Cat Story
Home About Friends Stuffs Follow


Welcome
Meow!


Hellow! ^^ .

Tagboard
Cat Talk


Credit
Thank You!

© 2013 - Full Template by Anugerah Salsa. Basecode by Arrien Amani. Edit by Mirai Yume. Re-edit by Sasya Fira.
Best Friend Forever (BFF)
Jumat, 27 September 2013 | 0 Meow(s)
Dear Diary,


Akhir-akhir ini, Naya jadi berubah. Maya kesel deh, Diary. Ada apa sih, dengan Naya? Apakah ada hubungannya dengan Maya? Maya harus bagaimana dong, diary? Maya sudah minta maaf ke Naya, Naya hanya diam lalu pergi. Maya jadi bingun.

Diary, Naya itu kenapa sih? Naya lagi stress kali, ya? Apa ada sangkut pautnya sama Maya? Jadi bingun. Naya itu kenapa sih? Naya marah kali ya, sama Maya? Maya jadi bingun dan jadi kesel, diary. Ini semua mungkin salah Maya. Tapi, Maya mana tau Maya ini salah apa? Apa besok aku harus tanyakan ke Naya ya, diary?

Diaryku,

Diary Maya (DiMay)


Namaku Maya Alifia Nada. Biasa dipanggil Maya. Aku punya sahabat bernama Naya Shasa Nanda. Dipanggil Naya. Naya jadi aneh. Kenapa ya? Yuk, ikuti ceritanya!

"Naya!" teriakku. "Happy Bhirtday." ucapku kepada Naya senang. "Thank's." katanya tersenyum. Dia masuk kekelas dan aku ikuti. "Nay, main yuk." ajakku. "Nggak ah. Maless..." katanya menolak ajakanku. Aku jadi bingun. Biasanya Naya mau main. Tapi kok, kali ini?

"Naya, kamu ini kenapa sih?" tanyaku. "Gak papa kok." elak Naya. "Jawab yang jujur." pintaku memelas. "Gak papa. Kamu kenapa nanya aku terus sih?! Udahlah, gak usah deket-deket aku lagi! Huh!" ancamnya marah smabil berlalu. Dia pun bermain bersama Bella, teman sekelasku juga selain Naya.

Aku menuju taman. Aku menangis. Taman adalah tempat aku melampiaskan amarahku. Hati jadi tenang. Aku pun jadi sebal dan tidak mau temenan  lagi sama Naya.

"Naya! Oke, ini yang kamu mau. Kita bukan BFF lagi, ya. Gak CS kamu! Titik!" ancamku juga marah padanya. Naya juga terlihat sebal denganku. "Huh, udah bener. Naya udah gak CS! Sebel!" kataku dalam hati. Aku menulis diary dan melampiaskan amarahku di diary kesayanganku ini.

"Maya! Maya!" panggil Naya. AKu menghiraukannya. Maya kan, masih banyak dikelasku. ada Maya Gitta, terus ada di kelas lain, Maya Narina, Maya Shasa, dan kakak kelas juga adik kelas pun namanya ada yang Maya semua.

"Maya Alifia Nada! Ini Naya Shasa Nanda!" teriaknya lebih keras. Hah? Namaku dipanggil? Owhhh, benarkah itu namaku? Yap! AKu langsung diam.

"Maafkan aku, May." katanya menggemgang erat tanganku. "Kenapa?" tanyaku. "Aku...sebenarnya sahabtmu. Tapi..." omongan Naya terputus. "Tapi apa, Nay?" tanyaku cemas. Aku takut ada apa-apa. "Aku mau... pindah ke Australia karena perkerjaan ayahku! Huaaa... Maya! Aku gak bisa ketemu kamu lagi. Besok aku pindah, Maya. Padahal, ini hari terbaikku. Hikss..." ucapnya panjang lebar sambil menangis. AKu kaget sekali. "Kenapa? Kenapa Nay? Kenapa ini bisa terjadi?" tanyaku. Naya menggeleng.

Keesokan harinya...

Naya yang duduk disebelahku kini bangkunya kosong. Dia telah pindah ke Australia tadi pagi jam 06.30. Au sangat sedih. Tidak ada tawa Naya, yang selalu buat aku tertawa jika sedih. Tak ada lagi suara lembut Naya.

Biarkanlah, aku masih punya banyak teman. Semoga, Naya kembali lagi ke Indonesia, Amin.... kataku dalam hati sambil memegang bukunya yang ditinggalkan dimeja. Selamat tinggal Naya, Sahabatku.




Posting Komentar